Measuring Performance Assessor (JAKARTA)

Measuring Performance Assessor (JAKARTA)

Tanggal
03 Sep – 04 Sep 2015
17 Dec – 18 Dec 2015

Tempat
Arion Swiss-Belhotel Kemang / Amoz Cozy Hotel / Park Hotel, Jakarta,
Early Bird : Rp. 3.750.000,-

Perusahaan (organisasi) sering dihadapi dengan permasalahan bagaimana mengukur kinerja “Penilai” pada saat setelah melakukan fungsi dan tanggung jawabnya dalam melakukan pengukuran dan penilaian kinerja karyawan yang berada dibawah tanggung jawabnya, sehingga permasalahan yang selalu terjadi antara bawahan dengan atasan (pada satu sub-organisasi) dan dirasakan oleh karyawan (bawahan) yang dinilai oleh atasan (supervisor, leader atau manager), setelah masa penilaian adalah “like and dislike”, atau sering disebut “tidak adilnya” penilaian yang dilakukan/dijalani.

Efek dari permasalahan yang terjadi dalam mengukur kinerja penilai setelah melakukan penilaian terhadap karyawan yang berada dibawahnya, adalah target kinerja yang akan diharapkan pada tahun berikutnya tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan, sehingga tujuan strategis yang diharapan oleh perusahaan sulit tercapai atau membutuhkan waktu yang relative lama.

Overview
Program Performance Measurement for Appraiser ditujukan untuk membangun kemampuan organisasi (manager) dalam menilai supervisor yang melakukan penilaian kinerja kepada karyawan yang dibawahnya, atau kemampuan penilai (appraiser) pada saat melakukan penilaian, melalui transformasi pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman, sehingga organisasi dalam melakukan penilaian kepada karyawan dilakukan secara fair, tidak adanya unsure like and dislike, dan juga conflict interest

Transformasi yang dilakukan di dalam program ini, akan memberikan ketrampilan kepada Appraiser dalam melakukan Appraisal kepada karyawan, sehingga kinerja yang dihasilkan setelah penilaian, akan dapat memenuhi harapan dan mencapai keberhasilan tujuan strategis organisasi.

Understanding
Appraisal for Appraiser adalah metode yang digunakan untuk melakukan penilaian kinerja terhadap Appraiser pada saat melakukan penilaian kinerja atas individu karyawan untuk didokumentasikan dan dievaluasi, sehingga dapat diketahui penilaian terhadap individu karyawan yang dilakukan oleh appraiser, apakah, “penilaian yang dilakukan memiliki conflict interest (like and dislike), dilakukan secara fair, metode penilaian dikuasai oleh appraiser, atau tujuan penilaian dapat tercapai.

Objective

  1. Meningkatkan kemampuan appraiser dalam melakukan appraisal
  2. Menghilangkan conflict interest (like and dislike) pada saat melakukan performance appraisal
  3. Mengukur hasil penilaian yang dilakukan pada saat performance appraisal, apakah dapat digunakan untuk menetapkan tujuan strategis atau tidak
  4. Memberikan gambaran yang nyata tentang kemampuan sumber daya manusia untuk merekayasan tujuan strategis perusahaan
  5. Menumbuhkan budaya organisasi berkinerja tinggi
  6. Menciptakan excellent culture setelah dilakukan performance appraisal

Highlight

  1. Ketrampilan Appraiser dalam melakukan performance appraisal
  2. Form standard performance appraisal untuk mencapai kinerja tinggi
  3. Perencanaan kinerja di awal tahun
  4. Obyektifitas daftar pertanyaan pada saat performance appraisal

Outline Materi

  1. Pengenalan program training Pengukuran Kinerja Penilai
  2. Formulir Penilaian Kinerja bagi Penilai
    Faktor kinerja
    Tingkat kinerja
    Penilaian Kinerja bagi Penilai
    Evaluasi gambaran umum bagi Penilai
    Obyektifitas kinerja
    Kinerja di awal tahun
    Pengembangan dan Pelatihan Penilai
    Komentar karyawan setelah Interview

3. Penilaian Individu karyawan
Gambaran penilaian individu karyawan

4. Prosedur umum untuk Pengawas
Mempersiapkan wawancara untuk melakukan penilaian

5. Kompensasi

Metode Pelatihan

  1. Memberikan pemahaman secara mendalam tentang strategy melakukan appraisal bagi appraiser melalui kegiatan tutor, diskusi dan umpan balik, sehingga peserta memiliki pemahaman tentang pengetahuan dan kemampuan appraiser dalam melakukan appraisal.
  2. Melakukan benchmarking dengan studi kasus, untuk mempertajam pengetahuan dan ketrampilan yang harus dimiliki oleh appraiser dalam melakukan appraisal, disertai dengan simulasi dengan mempergunakan proses imitasi, untuk melakukan transformasi pengalaman
  3. Memberikan penugasan kepada individu/kelompok, dalam melakukan transformasi pengalaman sebagai bekal ketrampilan pada saat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dilingkungan kerja, terutama dalam menghadapi permasalahan dan mengatasinya.

Peserta

  1. Supervisor
  2. Leader
  3. Manager
  4. Setiap orang yang ingin mengetahui ketrampilan mengukur kinerja appraiser

References

  1. Muchinsky, P. M. (2012). Psychology Applied to Work (10th ed.). Summerfield, NC: Hypergraphic Press.
  2. Often also called employee performance appraisal,employee performance review, etc.
  3. Manasa, K. & Reddy, N. (2009). Role of Training in Improving Performance. The IUP Journal of Soft Skills, 3,72-80.
  4. Abu-Doleh, J. & Weir, D. (2007). Dimensions of performance appraisal systems in Jordanian private and public organizations. International Journal of Human Resource Management, 18(1), 75-84.
  5. Muchinsky, P. M. (2006). Psychology applied to work (8th ed). Belmont, CA: Thomson Wadsworth.
  6. Broady-Preston, J. & Steel, L. (2002). Employees, customers, and internal marketing strategies in LIS. Library Management, 23, 384-393.
  7. Cederblom, D. (1982). The performance appraisal interview: A review, implications, and suggestions.Academy of Management Review, 7(2), 219-227.
  8. Josh Bersin. “Time to Scrap Performance Appraisals”. Retrieved 6 May 2013.
  9. Richard Charles Grote (2002). The Performance Appraisal Question and Answer Book: Survival Guide for Managers.28-29.
  10. Muczyk, J. P. & Gable, M. (1987, May). Managing sales performance through a comprehensive performance appraisal system. Journal of Personal Selling and Sales Management, 7, 41-52.
  11. DeNisi, A. & Pritchard, R. (2006, July). Performance appraisal, performance management, and improving individual performance: A motivational framework.Management and Organization Review, 2(2), 253-277.
  12. Schraeder, M. Becton, J., & Portis, R. (2007, Spring). A critical examination of performance appraisals. The Journal for Quality and Participation, 20-25.
  13. Sudarsan, A. (2009). Performance appraisal systems: A survey of organizational views. The Icfai University Journal of Organizational Behavior, 3(1), 54-69.
  14. Hofstede, G. (2001). Culture’s consequences: Comparing values, behaviors, institutions, and organizations across nations. Thousand Oaks, CA: Sage.
  15. Spinks, N., Wells, B., & Meche, M. (1999). Appraising appraisals: computerized performance appraisal systems. Career Development International, 4(2), 94-100.
  16. Pettijohn, L., Parker, R., Pettijohn, C., & Kent, J. (2001). Performance appraisals: usage, criteria, and observations. The Journal of Management Development, 20,754-771.
  17. Jenks, J. M. (1991). Do your performance appraisals boost productivity? Management Review, 80(6), 45-47.
  18. Kanfer, R. & Ackerman, P. L. (1989). Motivation and cognitive abilities: An integrative/aptitude-treatment interaction approach to skill acquisition. Journal of Applied Psychology, 74, 657-690.
  19. Mayer, C. M. & Gavin, M. B. (2005). Trust in management and performance: Who minds the shop while the employees watch the boss. Academy of Management Journal, 48(5),874-888.
  20. Kikoski, J. F. (1999). Effective communication in the performance appraisal interview: Face-to-face communication for public managers in the culturally diverse workplace. Public Personnel Management,28(2), 301-322.
  21. Cawley, B. D., Keeping, L. M. Levy, P. E. (1998). Participation in the performance appraisal process and employee reactions: A meta-analytic review of field investigations. Journal of Applied Psychology, 83, 615-633.
  22. Twomey, D. & Harris, D. (2000). From strategy to corporate outcomes: Aligning human resource management systems with entrepreneurial intent. International Journal of Commerce and Management, 10, 43-55.
  23. Selden, S. C., Ingraham, P. W., & Jacobson, W. (2001). Human resource practices in state government: Findings from a national survey. Public Administration Review, 61(5), 598-607.
  24. Soltani, E. (2005). Conflict between theory and practice: TQM and performance appraisal. The International Journal of Quality and Reliability Management, 22, 796-818.
  25. Daniels, Aubrey C. Designing a Compensation Program That Motivates and Produces a Profit-Driven Workplace. PMeZine.com
  26. McGivern, G. & Ferlie, E. (2007) ‘Playing Tick Box Games: Interrelating Defences in Professional Appraisal’, Human Relations, 60 (9) 1361-1385.
  27. Amsterdam, C. E., Johnson, R. L., Monrad, D. M.,& Tonnsen, S. L. (2005). A collaborative approach to the development and validation of a principal evaluation system: A case study. Journal of Personnel Evaluation in Education, 17(3), 221-242.
  28. Martin, D. C. & Bartol, K. M. (1998). Performance appraisal: Maintaining system effectiveness. Public Personnel Management, 27(2), 223-230.
  29. Schweitzer, M E., Ordonez, L., & Douma, B. (2004) Goal setting as a motivator of unethical behavior. Academy of Management Journal, 47, 422-432.

Facilitator
Setiono Winardi SH., MBA.
Menamatkan pendidikan Hukum (S-1) pada Universitas Islam Jakarta, kemudian mengambil gelar (S-2) Master Business Administration dari dari Saint John University, Honolulu, Hawaii, USA, kemudian mengambil program Diploma pada National University of Singapore dan Murdock University, Dubai, UAE.

Beliau adalah salah satu associate consultant Value Consult ini, berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang Human Resources serta telah menapaki berbagai jenjang karir.

Pengakuan sebagai professional dan praktisi di dunia internasional, dengan telah diterimanya berbagai Penghargaan  (Awards) atau Honors, dari beberapa Negara asing, sebagai berikut:

  1. Award the Best Practice for Operation of Human Resources Management dari the National Police HongKong Government;
  2. Honors the Best Practice Operation for Human Resources dari the Ministry of Education of the Republic of Ghana, West Africa;
  3. Award the Best Practice Human Resources Management dari the Economy Community West African State (ECOWAS) Regional Office Lome Republic of Togo West Africa;
  4. Awards the Best Practice Human Resources Management dari the Ministry of Trade & Export, the Federal Republic of Nigeria West Africa;
  5. Award the Best Practice Operation for Human Resources dari the Royal Goverment Cambodia.

Training Fee
Rp. 3.550.000 ,- (REG for 3 person/more)
Rp. 3.750.000 ,- (Early Bird)
Rp. 4.250.000 ,- (On The Spot)
Rp. 4.625.000 ,- (Full fare)

Pendaftaran Sementara
  1. (required)
  2. (required)
  3. (valid email required)
  4. (required)
  5. (required)
  6. (required)
  7. Mohon tidak memesan tiket perjalanan / akomodasi penginapan sebelum ada kepastian training akan berjalan. Jika ada pertanyaan bisa menghubungi 0851-0249-5051 dan 0899-812-1246
  8. Jika Anda mendaftarkan training ini untuk orang lain mohon cantumkan nama dan email di bawah ini
  9. Captcha
 

cforms contact form by delicious:days