Health & Safety in the Laboratory

Tanggal
26 – 27 Februari 2009

Tempat
Hotel Grand Flora – Jakarta

Pembicara / Fasilitator
Yayan Setiawan.
Beliau adalah salah seorang tenaga ahli  dengan pengalaman memberikan berbagai pelatihan dan konsultasi dalam bidang Manajemen Laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025 dan Manajemen Mutu
(ISO 9000) ke berbagai klien, baik sebagai associate consultant maupun sebagai independent consultant sejak tahun 1998. Pendidikan formal beliau adalah Sarjana Teknik Kimia. Karir profesionalnya dimulai sejak bergabung di PT. Dow Chemical Indonesia (1992 – 1994), PT. Polytama Propindo (1994 – 1998), dan PT. Australian Laboratory Services Indonesia (1998 – 2005). Saat ini beliau banyak memberikan training dan konsultasi untuk membantu berbagai industri, organisasi, instansi, laboratorium, dan pelaku bisnis dalam penerapan Sistem
Manajemen Laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025, diantaranya untuk PT. Corelab Indonesia, PT. Australian Laboratory Services Indonesia dan pada project EU – TSP Project in Indonesia Ministry of Marine Affair & Fishery. Beliau juga tercatat sebagai Anggota Sub Panitia Teknis Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) bidang Lingkungan pada Kementrian Lingkungan Hidup dan juga tercatat sebagai ISO 17025 Certified Assessor dari Komite Akreditasi Nasional

INVESTASI:
Rp. 3.500.000,- / peserta
Pendaftaran & Pelunasan sebelum tanggal 12 Februari 2009 Rp. 3.250.000,-
Pendaftaran 5 orang atau lebih sekaligus dari satu perusahaan Rp. 3.000.000,-

FASILITAS :
Training Kit, Sertifikat, Makan Siang, Coffee Break

LATAR BELAKANG
Penyakit Akibat Kerja serta Kecelakaan Kerja di kalangan petugas Laboratorium di Indonesia belum menjadi perhatian kita, walaupun diperkirakan cukup mengkhawatirkan. Angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja di kalangan petugas kesehatan dan non kesehatan dibeberapa negara maju menunjukan kecenderungan meningkat prevalensinya. Sebagai faktor penyebab, sering terjadi karena kurangnya kesadaran pekerja dan kualitas serta keterampilan pekerja yang kurang memadai. Banyak pekerja yang meremehkan risiko kerja, sehingga
tidak menggunakan alat-alat pelindung diri yang sudah disediakan. Dalam penjelasan undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan telah mengamanatkan antara lain, setiap tempat kerja harus menyelenggarakan pelayanan kesehatan kerja. Petugas laboratorium merupakan orang pertama yang terpajan terhadap bahan kimia yang merupakan bahan toksik korosif, mudah meledak dan terbakar serta melibatkan bahan biologi. Selain itu dalam pekerjaannya menggunakan alat-alat yang mudah pecah, radiasi serta alat-alat elektronik dengan voltase yang mematikan, dan melakukan percobaan dengan penyakit yang dimasukan ke jaringan hewan percobaan.

TUJUAN
Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan

  1. Dapat memahami yang dimaksud dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium, serta tujuan dan manfaatnya.
  2. Dapat memahami program apa saja yang di perlukan di untuk bekerja dengan aman di Laboratorium

GARIS BESAR PROGRAM :
1. OCCUPATIONAL HEALTH&SAFETY INTRODUCTION (Pengantar Kesehatan Kerja):
Tinjauan umum program Kesehatan Kerja dari sisi peraturan perundangan, best practices serta relevansi dalam pencapaian pekerja sehat dan produktif.

2. HEALTH HAZARDS IN THE LABORATORY (Faktor Resiko Kesehatan Di Laboratorium):
Evaluasi pemaparan faktor risiko kesehatan di Laboratorium baik pemaparan teradap faktor fisik, kimiawi dan biologic serta faktor ergonomik.
Dikaitkan dengan jabatan sebagai petugas di Laboratorium.

3. OCCUPATIONAL HEALTH&SAFETY SYSTEMAND STANDARDS DI LABORATORIUM
Chemical Hygiene Plan perlu di aplikasikan di semua laboratorium sebagai suatu standard dalam menangani semua bahan kimia yang berbahaya. Mencakup praktek kerja, prosedur serta kebijakan yang perlu diambil dalam menghadapi Occupational Exposures terhadap bahan kimia berbahaya di Laboratorium.

4. HEALTH SURVEILLANCE (Pemantauan Kesehatan Pekerja)
Membahas pemeriksaan kesehatan ( medical check up ) yang terkait jabatan serta mengelola data & tindak lanjut hasil pemeriksaan kesehatan sesuai dengan persyaratan peraturan perundangan. Mendiskusikan dasar-dasar penetapan Fitness Status para pekerja.

5. ERGONOMIC IN THE LABORATORY
Petugas Laboratorium mempunyai risiko terhadap trauma akibat gerakan repetitive. Prosedur melakukan pipetting, bekerja di microscopes, menggunakan penghitungan cell dan video display terminals. Berdiri dan bekerja dengan posisi yang sulit akan menimbulkan permasalahan ergonomic. Dengan melakukan kcontrol, akan menimbulkan rasa nyaman serta produktifitas tinggi.

SIAPA YG PERLU MENGHADIRI??
Manajer HRD, Penanggung jawab HSE, Dokter / Paramedik di Perusahaan, Petugas Laboratorium, dan siapa saja yang berminat.

Pendaftaran Sementara
  1. (required)
  2. (required)
  3. (valid email required)
  4. (required)
  5. (required)
  6. (required)
  7. Mohon tidak memesan tiket perjalanan / akomodasi penginapan sebelum ada kepastian training akan berjalan. Jika ada pertanyaan bisa menghubungi 0851-0249-5051 dan 0899-812-1246
  8. Jika Anda mendaftarkan training ini untuk orang lain mohon cantumkan nama dan email di bawah ini
  9. Captcha
 

cforms contact form by delicious:days