Community Based Conflict Untuk Ekstratif Industry (JAKARTA)

Community Based Conflict Untuk Ekstratif Industry (JAKARTA)

Tanggal
19-20 September 2017

Tempat
Ashely Hotel / Amaris Hotel La Codefin Kemang

Community Based Security Management pada ekstratif industri
Community Based Security Management training bertujuan untuk membentuk hubungan yang selaras antara perusahan dan masyarakat dengan mengurangi dan menangani potensi konflik/gangguan yang berhubungan dengan sosial kemasyarakatan melalui pendekatan yang terpadu  dan berkelanjutan.

Setelah mengikuti pelatihan ini maka peserta akan dapat:

  • Memahami komponen – komponen pembentukan community based security management
  • Memetakan social risk yang berhubungan dengan tahapan – tahapan  operasional perusahaan
  • Bekerjasama dengan stakeholder yang berperngaruh pada penanganan konflik/gangguan di masyarakat menyusun  rencana mitigasi konflik terpadu

Materi Pelatihan

  1. Komponen : 1. Social risk analysis
    • Fenomena mendasar pergeseran tugas dan peran security
    • Pengenalan sistem social dan pendekatan ke  masyarakat
    • Mengidentifikasikan  kerentanan – kerentanan di masyarakat
    • Study paper : Prespektif konflik perusahaan – masyarakat pada ekstratif industri
    • Studi kasus 1 : kerentanan dan konflik perusahaan – masyarakat di wilayah lepas pantai
    • Teori konflik sosial
    • Pemetaan potensi konflik pada tiap tahapan operasional perusahaan
  2. Komponen : 2 . Prinsip – prinsip dan pendekatan community based security management
    • Tujuan, prinsip dan prosedur
    • Kajian community based security management dan UU Object Vital Nasional
    • Best practices  1 : Pengelolaan konflik  dengan nelayan pada operasional offshore
    • Best practices  2 : Pendekatan sosial dalam konflik  lahan pada ekstraktif industry
  3. Komponen : 3 . Mekanisme dan struktur community based security management
    • Model – model community based security management
    • Best practice 3: Community based surveillance
    • Melakukan pemetaan  dan analysis stakeholder
    • Best practice 4: Issues monitoring – SMART monitoring tools
    • Best practice 5: Radio Komunitas
    • Best practice 6: Negosiasi persuasif
  4. Komponen : 4 . Koordinasi dan perencanaan mitigasi konflik
    • Tools perhitungan finansial mitigasi konflik (model IFC)
    • Penyusunan Grievance Mechanism
    • Perencanaan Mitigasi konflik
    • Bedah kasus : Potensi gangguan keamanan saat diberlakukan UU Desa Nomor 6 Tahun 2014

Lama pelatihan dan jumlah peserta
Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari efektif .
Untuk menjaga efektifitas pelatihan, maka peserta dibatasi maksimal 10 orang per kelas pelatihan

Workshop Leader :
I Putu Widhiantara Sri Bangun
Putu Widhiantara; berpengalaman lebih dari 16 tahun dalam bidang pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat, komunikasi perubahan prilaku dan mitigasi konflik di tingkat regional dan nasional. Pengalaman kerja dengan banyak lembaga internasional seperti : USAID, FAO, UNICEF, UNDP – CPRU (Conflict Prevention and Recovery Unit), ILO, IOM, SAFE-USAID, AED, VSO (program regional : Indonesia,Philipine dan Thailand). Saat ini bekerja sebagai social reseacher pada dua program Bank Dunia dan juga sebagai konsultan integrated risk management di beberapa perusahan ekstratif industri.

Training Fee
Rp. 3.850.000,- (Group; REG for 3 person/more; payment before 12 Sep 2017)
Rp. 4.050.000,- (Early Bird; REG before 5 Sep 2017; payment before 12 Sep 2017)
Rp. 4.550.000,- (On The Spot; payment at the latest 19 Sep 2017)
Rp. 4.925.000,- (Full fare)

 

Pendaftaran Sementara
  1. (required)
  2. (required)
  3. (valid email required)
  4. (required)
  5. (required)
  6. (required)
  7. Mohon tidak memesan tiket perjalanan / akomodasi penginapan sebelum ada kepastian training akan berjalan. Jika ada pertanyaan bisa menghubungi 0851-0249-5051 dan 0899-812-1246
  8. Jika Anda mendaftarkan training ini untuk orang lain mohon cantumkan nama dan email di bawah ini
  9. Captcha
 

cforms contact form by delicious:days