Cara Manajemen Karyawan Dalam Kasus Merger | Informasi Training Pelatihan Workshop

Cara Manajemen Karyawan Dalam Kasus Merger

Merger perusahaan merupakan fenomena yang umum dalam dunia bisnis, tujuannya adalah untuk menggandeng pesaing dalam melewati badai krisis, atau beberapa tujuan yang lain. Dikatakan dalam sebuah penelitian, hampir 83% dari proses merger gagal untuk menghasilkan pengembalian investai dalam tiga sampai empat tahun pertama. Penyebab utamanya rata-rata adalah masalah manajemen karyawan yang belum tertangani dengan baik, terutama seputar komunikasi dan isu-isu penyesuaian budaya. Perubahan pada sistem manajemen yang diterapkan oleh HRD tidak dapat dihindari, kedua belah pihak harus merelakan satu kepentingan dan yang lainnya untuk menuju kata sepakat.

Berikut adalah tiga tips utama yang dapat dilakukan oleh para HR manager ketika mengelola merger.

Pertama, memperhatikan dan mempertimbangkan budaya dari kedua organisasi. Apakah salah satu akan menjadi dominan ataukah akan dibentuk sebuah kebudayaan baru. Ketika pilihan kedua yang diambil maka komitmen dari kedua belah pihak untuk menciptakan, menjalankan dan mempertahankan budaya kerja yang baru sangat dibutuhkan.

Pelatihan-pelatihan gabungan dapat dilakukan. Tindakan keseharian dan juga beberapa even simbolik akan dibutuhkan untuk sosialisasi budaya baru tersebut. Untuk sistem manajemen merger yang sukses maka peran serta dibutuhkan bukan hanya dari para karyawan dan staf pada umumnya namun juga pada lini manajerial. Justru lini atas harus lebih memahami budaya yang baru karena ini akan mengarahkan karyawan di bawahnya untuk mengikuti.

Peran aktif HR manager akan sangat dibutuhkan untuk selalu mengingatkan para manajer untuk berkomitment pada budaya yang baru.

Kedua, identifikasi influencer positif dan negatif resistor dalam masyarakat kerja dengan budaya baru. Gunakan kedua tipe karyawan ini untuk mendukung lancarnya sosialisasi budaya baru. Influencer akan membawa rekan-rekannya untuk menjadi personil yang lebih berdedikasi, dan resistor akan menjadi pemicu dari para influencer.

Jadwal Lainnya :   Kenaikan Gaji Meningkatkan Produktivitas?

Dan yang ketiga, berkomunikasi akan selalu menjadi faktor utama dalam sebuah sistem manajemen. Komunikasikan kepada karyawan mengenai pengembangan sbeuah budaya baru dari organisasi yang sedang merger. Cara terbaik adalah dengan memperkuat nilai-nilai organissai dalam kinerja. Evaluasi karyawan dapat dilakukan tidak hanya pada pencapaian tujuan namun juga dari cara mereka mencapainya.