7 Hal ini Bikin Generasi Millenial Betah Bekerja di Perusahaan Anda

7 Hal ini Bikin Generasi Millenial Betah Bekerja di Perusahaan Anda

Stigma kutu loncat yang melekat di kalangan pekerja dari generasi millenial memang bukan isapan jempol belaka. Mereka memang dikenal sebagai generasi yang gemar berpindah-pindah kerja dan tidak bisa bertahan lama pada satu perusahaan/pekerjaan. Meski demikian, bukan berarti tidak ada yang tidak bisa dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan mereka loncat-loncat.

Berikut hal-hal yang dapat perusahaan berikan atau hadirkan agar mereka dapat bertahan lebih lama di tempat kerja.

1. APRESIASI
Salah satu hal yang paling dibutuhkan oleh pekerja dari generasi millenial adalah apresiasi. Mereka terbuka menerima teguran ketika menerima kesalahan, asalkan juga ada pujian untuk sebuah pencapaian. Yang sering terjadi adalah perusahaan tidak bersikap adil; menaruh perhatian besar pada kesalahan tapi di saat yang sama enggan memberikan pujian/apresiasi untuk sebuah pencapian. Inilah yang kemudian sedikit banyak membuat mereka menjadi tidak betah.

2. KESEMPATAN BERKEMBANG
Generasi millenial adalah generasi yang tidak mudah puas dengan apa yang mereka miliki sekarang. Karena itu, mereka biasanya tidak akan bertahan lama bekerja di kantor yang tidak memberikan kesempatan untuk mereka mengembangkan diri. Perusahaan-perusahaan yang tidak pernah memberikan pelatihan, workshop di luar kantor, dan bahkan melarang mereka memiliki pekerjaan sampingan sudah pasti akan segera ditinggal.

3. JENJANG KARIER
Senada dengan kesempatan berkembang, pekerja dari generasi millenial biasanya juga tidak akan bertahan lama bekerja di perusahaan yang sama sekali tidak menjanjikan karier. Ketika ada kesempatan lain yang lebih baik dari perusahaan lain, mereka tidak akan segan segera mengajukan pengunduruan diri. Tiap perusahaan memang memiliki karakteristik sendiri, tapi pekerja dari generasi ini biasanya lebih cocok bekerja di perusahaan yang jenjang kariernya jelas; yang didapat murni berdasar prestasi, bukan hubungan kedekatan atau sentimen pribadi.

4. ATASAN YANG SUPPORTIVE
Pekerja dari generasi millenial tidak akan cocok bekerja untuk atasan yang bertipe bos, atau atasan yang hanya memberikan perintah tanpa mau memberikan arahan, pendampingan, dan feedback untuk apa yang sudah ia kerjakan. Mereka cenderung bisa bertahan lama bekerja di perusahaan yang atasannya bisa memberikan bimbingan. Yang tidak hanya memberi perintah, tapi juga contoh, dan selalu terbuka/mudah untuk ditemui.

5. DESAIN KANTOR KERE
Suasana kantor secara fisik juga sedikit banyak menentukan apakah mereka akan bertahan atau tidak. Tidak bisa dimungkiri, pekerja dari generasi millenial akan lebih betah dan bangga bekerja di perusahaan yang desainnya keren dan memiliki fasilitas-fasilitas yang unik. Bagi mereka, tempat kerja tidak hanya menjadi tempat untuk mencari pendapatan dan ilmu, tapi juga lambang jati diri.

6. KANTOR KONSEP OPEN OFFICE
Generasi millenial adalah generasi yang sangat menggandrungi media sosial. Yang penting untuk mereka adalah mereka terkoneksi dengan internet. ?Nah, dalam lingkungan kerja pun, hala yang sama juga mereka harapkan. Lingkungan kerja yang sedikit banyak mencerminkan aspek sosial yang bebas, seperti kantor konsep open office atau tanpa sekat, biasanya membuat mereka lebih betah. Sambil bekerja, mereka bisa bersosialisasi.

7. BERI MEREKA VISI
Generasi millenial peduli pada hal-hal yang berdampak pada masyarakat. Karena itu, jika mereka menyadari bahwa apa yang mereka kerjakan lewat perusahaan sebenarnya memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat, mereka akan lebih mudah bertahan. Adanya tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang mapan, terprogram, dan terlaksana dengan baik biasanya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka